Monday, January 1, 2018

Liburan 4D3N di Bali Dengan Anak Balita


Pada akhir bulan November 2017 kami sekeluarga berlibur ke Pulau Bali. Liburan kali ini agak berbeda dengan liburan-liburan kami sebelumnya dan lebih menantang, mengapa demikian? Ya liburan kami kali ini adalah pertama kali anak saya yang belum genap usia 2 tahun jalan-jalan ke luar Pulau Jawa. Perjalanan yang jauh untuk ukuran anak balita sehingga persiapan kami pun harus lebih dari biasanya.

Mengapa kami memilih Pulau Dewata sebagai destinasi wisata kami? Singkatnya karena banyak tempat wisata, perlengkapan bayi mudah didapat, serta moda transportasi yang lengkap. Untuk alasan dan persiapan-persiapan kami selengkapnya dapat dilihat di postingan saya sebelumnya yang berjudul Liburan ke Bali #JadiBisa dengan Traveloka.

Kami memilih menggunakan jasa tour and travel supaya tidak dipusingkan dengan tujuan wisata. Untuk tujuan wisata dan makan siang sudah diurus oleh pihak travel. Biaya menggunakan jasa tour & travel ini adalah Rp980ribu per orang (anak kecil 50%nya) selama 4D3N.

Tempat Penginapan - Berry Glee Thematic Hotel
Hotel Berry Glee. Sumber gambar : tripadvisor.com
Hotel yang kami pilih sebisa mungkin ramah anak karena kami membawa balita serta adik-adik yang masih SD dan TK. Setelah survey beberapa tempat kami memilih Berry Glee Thematic Hotel. Kami pesan 2 kamar, 1 kamar family room dan 1 kamar suite standar. Kamar hotel ini luas, dengan family room memiliki 2 kasur besar, serta suite standar 1 kasur besar. Di bagian bawah terdapat kolam renang dan beberapa mainan anak-anak. Sarapan disini enak dengan banyak menu sarapan, dengan cara prasmanan/all you can eat.
Menurut saya pribadi, hotel ini cocok untuk liburan bersama anak-anak, karena kolam renangnya bersih. Selain itu di pinggir kolam renang terdapat tempat duduk jika kita tidak ingin berenang tetapi hanya mengawasi anak-anak saja. Di samping kolam renang juga terdapat arena bermain, ada perosotan yang besar, jaring-jaring, mobil-mobilan, dan jungkat-jungkit. Pihak hotel juga menyediakan handuk untuk pengunjung yang selesai berenang.
Di area lobby terdapat banyak tempat untuk bersantai serta ada 2 komputer jika kita ingin memakainya, waktu itu saya memakai untuk memindahkan isi foto dari SD Card kamera ke flashdisk.
Di kamar kami yaitu suite standar, penataan kamarnya unik. Waktu itu kami mendapat kamar dengan tema malam berbintang. Di kamar terdapat sofa yang unik sehingga kami sempat foto disitu. Kamar orang tua dan adik-adik yaitu family room sangat luas, bahkan sebenarnya jika kami semua tidur disitu rasanya cukup. Kamar family room desainnya cerah dengan wallpaper lucu dan warna-warni.

Hari 1 - Tari Kecak di Pura Uluwatu
Hari pertama adalah saat kami tiba di bandara pada siang hari. Keluarga kami dari Yogyakarta tiba terlebih dahulu yaitu pukul 10 pagi sedangkan saya tiba pukul 2 siang sehingga keluarga saya terlebih dahulu dibawa ke Joger untuk berbelanja. Tujuan wisata kami pada hari pertama adalah menonton Tari Kecak di Pura Uluwatu. 

Hari itu Pura Uluwatu sangat penuh dengan pengunjung, sehingga kami tidak mendapatkan tempat duduk, sehingga duduk di bagian paling bawah/arena pertunjukan. Kemungkinan hari itu sangat pedat karena bertepatan dengan hari Sabtu. Anak kami sangat senang melihat pertunjukan Seni Tari Kecak yang menceritakan Kisah Ramayana. Tari Kecak sangat bagus untuk memperkenalkan budaya tanah air kepada anak kami. Sayangnya kami mendapat tempat duduk yang tidak menghadap ke pantai sehingga tidak bisa menonton sambil melihat matahari terbenam/sunset.

Selain melihat Seni Tari Kecak, kami juga melihat banyak kera yang ada di sekitar Pura Uluwatu ini. Pengunjung harus hati-hati menjaga barang bawaannya supaya tidak diambil oleh kera.

Dalam perjalanan pulang anak kami sempat muntah di mobil. Mungkin karena kecapekan perjalanan yang begitu jauh, turun dari pesawat belum sempat banyak istirahat langsung dibawa perjalanan darat yang lumayan jauh. Ini menjadi pelajaran bagi kami, agar setelah perjalanan jauh anak sebaiknya istirahat terlebih dahulu, mungkin bisa tidur di hotel baru diajak jalan. Kami sempat khawatir jika besok pagi belum membaik makan kami tidak ikut jalan-jalan dulu biar orang tua dan adik-adik saja yang jalan-jalan, tetapi Puji Tuhan malam harinya anak kami sudah baikan.

Hari 2 - Tari Barong di Batubulan & Bali Bird Park
Hari kedua kami sudah sedia obat antimo anak, tetapi karena masih bayi diberi takaran hanya sedikit saja. Anak kami bisa tidur dalam perjalanan ke Batubulan, dan Puji Tuhan sudah tidak muntah lagi.

Sesampainya di Batubulan kami melihat pertunjukan Tari Barong. Pengunjung di tempat ini tidak terlalu ramai sehingga kami bisa memilih duduk di barisan depan. Untuk jalan ceritanya, para pengunjung sudah diberikan kertas yang berisi alur cerita tari tersebut karena tari dibawakan dalam  bahasa Bali sehingga kami tidak mengerti jalan ceritanya jika tidak diberi kertas tersebut.

Setelah melihat Tari Barong kami pergi ke Bali Bird Park, disini kami melihat berbagai macam burung dari wilayah Nusantara. Burung disini ada yang dilepas ada yang dikandang. Untuk burung yang dilepas ada yang bisa diajak untuk foto. Terdapat juga pertunjukan burung-burung yang sudah terlatih dalam mengikuti instruksi para pelatihnya.



Anak kami sangat senang melihat berbagai macam bentuk burung di tempat ini, tempatnya juga teduh dan asri, tertata dengan baik. Adik-adik juga sempat melihat film 4D yang disediakan di salah satu tempat di Bali Bird park ini.

Setelah dari Bali Bird Park, kami makan siang. Setelah makan siang sebenarnya di jadwal perjalanan adalah ke Kintamani, tetapi karena takut anak kami akan kecapekan dan kami memiliki Saudara di Bali sehingga kami memutuskan untuk pergi ke tempat Saudara.

Hari 3 - Pura Ayun & Danau Bedugul
Pada pagi hari kami mendengar berita bahwa Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai ditutup sehingga mengurangi mood untuk pergi jalan-jalan. Hari ketiga kami pergi ke Pura Ayun, di dalam pura aktivitas kami hanya berfoto dan melihat pura yang tertata rapih.

Setelah dari Pura kami pergi ke Danau Bedugul, tetapi hari itu cuara sedang tidak mendukung, daerah danau hujan sehingga kami hanya makan siang di daerah Danau Bedugul dan mampir di perkebunan kopi. Di perkebunan kopi ini kami sempat mencicipi beberapa macam kopi yang dibuat oleh perkebunan ini, terdapat bervariasi kopi, mulai dari kopi luwak, kopi kelapa, dan kopi dengan rasa yang sudah divariasi.

Hari 4 - Tanjung Benoa
Jadwal perjalanan kami pada hari keempat adalah ke tanjung benoa, tetapi karena bandara masih ditutup, saya dan istri pergi ke bandara untuk mengurus refund, orang tua dan adik-adik serta anak kami yang pergi ke Tanjung Benoa.

Ya itulah perjalanan kami selama liburan di Bali, walaupun akhirnya kurang menyenangkan karena bandara ditutup. Tetapi overall kami senang bisa mengajak orang tua dan adik serta anak kami jalan-jalan dan mengenalkan budaya dan wisata alam kepada anak-anak yang masih kecil.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat, feel free to ask. Thank you

Saturday, November 18, 2017

Liburan ke Bali #JadiBisa dengan Traveloka

Lama rasanya tidak pergi dari rutinitas, ingin sekali melakukan perjalanan bersama orang-orang tercinta untuk menikmati indahnya Nusantara. Namun pekerjaan banyak, bingung menyusun jadwal untuk traveling. Ditambah lagi sekarang sudah dikaruniai momongan, yang pastinya harus ekstra hati-hati memilih tempat traveling dan penginapan yang layak. Selain itu, yang menjadi masalah utama adalah menyisihkan uang di tengah kebutuhan rumah tangga yang semakin banyak : susu si kecil, pampers, baju bayi yang tiap beberapa bulan harus ganti, dan kebutuhan rumah tangga lain. Akan tetapi, masalah jadwal dan biaya bisa diatasi dengan Traveloka. Kok bisa? Yuk ikuti cerita saya berikut ini.

Sunday, November 5, 2017

Mini Flash Fotografi yang Cocok untuk Traveling bisa Didapat dengan ShopBack saat Harbolnas

Sumber gambar : youtube.com
Di tengah kesibukan dan rutinitas, perlu rasanya menyeimbangkan kehidupan kita dengan traveling. Tidak melulu duduk di kantor dengan tugas yang seakan tiada habisnya, kita perlu menyegarkan pikiran dan menghabiskan waktu dengan orang-orang tersayang. Yak, saatnya kita melarikan diri menuju destinasi yang nyaman, indah dan tentunya instagramable ya guys.

Traveling yang baik itu perlu persiapan yang matang. Mulai dari menentukan destinasi wisata yang akan didatangi, memilih menggunakan jasa tour-and-travel atau membuat itinerary sendiri, hingga peralatan apa saja yang harus dibawa.

Sunday, October 1, 2017

Jalan Pagi ke Tugu Yogyakarta

Pagi itu saya mengantar istri bekerja, sedangkan jadwal untuk pulang ke Gunung Kidul masih lama karena menunggu istri pulang, alias sore hari. Saat itu saya berpikir daripada hanya diam di kamar, lebih baik berjalan-jalan menikmati kota Jogja. Saya memilih berjalan kaki, alasannya selain lebih sehat, saya lebih menikmati suatu lokasi dengan berjalan kaki daripada naik kendaraan bermotor. Ya berjalan kaki, istri saya saja heran, "ngapain kamu jalan kaki sejauh itu mas?"

Tujuan perjalanan saya pagi itu adalah ke Tugu Yogyakarta. Saya ingin mengambil foto tugu tersebut. Dalam pikiran saya saat itu, "masak sih sudah beberapa kali ke kota pelajar ini, saya tidak punya foto salah satu ikon kota Yogyakarta ini?". Lagipula lokasi Tugu Pal Putih ini tidak terlalu jauh dengan lokasi penginapan. Akhirnya, saya memutuskan jalan pagi ke Tugu Jogja.

Monday, September 25, 2017

Jalan-Jalan ke Pantai di Gunung Kidul yang Eksotis

Hi guys, awal bulan September ini saya pulang ke rumah di Gunung Kidul. Saya pulang hanya 10 hari saja di rumah, ya beginilah nasib Long Distance Marriage (LDM) pulang hanya sebentar lalu balik kerja lagi. Tempat tinggal saya dekat dengan pantai sehingga sebenarnya bisa jalan-jalan ke pantai setiap hari. Jadi, kali ini saya ingin berbagi pengalaman jalan-jalan selama beberapa hari ke pantai di Gunung Kidul.

Sunday, September 17, 2017

Cara Pergi ke Pulau Sumba

Kamu pasti sedang mencari cara untuk pergi ke Pulau Sumba yang indah dan menawan itu bukan? Disini kamu akan menemukan jawabannya. Cara pergi ke Sumba yang kita bahas kali ini adalah cara yang ditempuh melalui alat transportasi pesawat terbang ya guys. Sebenarnya alat transportasi ke Sumba selain menggunakan pesawat juga bisa menggunakan kapal tetapi disini hanya dibahas cara pergi ke Sumba dengan alat transportasi pesawat terbang ya, soalnya penulis belum pernah naik kapal untuk pergi ke Sumba, maafkan yak.

Cara untuk dapat pergi ke Sumba sebenarnya terbilang mudah karena ada 2 (dua) Bandara di Pulau ini yaitu di Sumba Timur dan Sumba Barat Daya. Di Sumba Timur Bandaranya terletak di Waingapu dengan nama Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, sedangkan di Sumba Barat terletak di Tambolaka dengan nama Bandara Tambolaka.

Wednesday, August 23, 2017

Pantai di Sumba Timur yang jauh dari Kota Waingapu

Pantai-pantai di Sumba memang elok dan menawan. Jika sebelumnya kita sudah membahas pantai-pantai yang dekat dengan Kota Waingapu dengan waktu perjalanan paling lama satu jam perjalanan saja. Kali ini kita akan membahas pantai-pantai yang letaknya lumayan jauh dari Kota Waingapu tetapi masih masuk dalam wilayah Kabupaten Sumba Timur.

Pantai yang jauh dari Kota Waingapu yang saya bahas disini adalah pantai di Sumba Timur yang pernah saya kunjungi ya. Mungkin masih banyak pantai-pantai di Sumba Timur yang ada tetapi tidak saya bahas disini karena saya belum pernah berkunjung ke pantai-pantai di Sumba Timur yang tidak saya sebutkan disini. Kebetulan pantai Sumba ini letaknya berada di bagian selatan Pulau Sumba / Pantai Selatan Sumba.

Berlangganan via Email